Sebelumnya Saya Minta Maaf.

Posted: February 26, 2015 in U

Kamu tahu kan, bahwa manusia jenisnya berbeda-beda? Kau tidak bisa meminta orang menjadi seperti yang kamu minta, lupakan lah lagu Chrisye, jangan sampai kau termakan oleh lantunan lagunya. Meskipun lagu itu tetap dinyanyikan saat berlantun di radio kesayangan. Tapi lagi-lagi, aku tidak bisa munafik, kadang aku sendiri kesal jika menemukan perbedaan yang tidak aku sukai.

Sebenarnya, tujuan ku menulis disini hanya untuk mencurahkan hati (hehe). Karena, aku rasa jika aku bercurah kepada orang-orang terdekat, mereka malah tersinggung bukannya memberi saran. Pada saat-saat seperti ini, aku menemukan banyak hal yang ganjil dalam lingkungan yang aku hidupi sekarang. Aneh sekali, bukannya fokus dengan apa yang tebentang di masa depan, belakangan ini mereka malah seperti sibuk menunjukan sikap aslinya. Atau, memang sedang mencari sensasi? Ya, aku juga sebenarnya tidak tahu.

Tapi, aku hanya risih. Mereka terus saja bersikap layaknya anak kecil padahal mereka dipercayai sudah cukup dewasa dalam menyikapi hal-hal yang terjadi pada ‘saat-saat’ seperti ini. Sampai-sampai orang yang paling aku percayai saja, makin hari makin aneh kelakuannya, apa itu salah ku? aku juga sedang mencari jawabannya.
Mereka kerap bermain wajah dan terus menyebarkan cerita yang sebenarnya buat ku meringis dan berkata dalam hati,
“Ah.. untuk apa sih dibicarakan?”
Aku sudah tahu kok, memang pada dasarnya semua manusia emosional, bermuka dua, munafik. Dan mereka sepertinya tidak perlu susah-susah memberi tahu aku tentang kebenaran yang malah terdengar seperti fitnah ditelinga ku ini, ya kan? Karena aku sudah lelah mendengar kebohongan-kebohongan, tapi kenapa sekarang malah mereka berlomba-lomba menebarkan aib-aib atau kebenaran yang sengaja diperburuk? Apakah mungkin mereka sudah kehabisan cara untuk berbohong, ya?

Sejujurnya, aku ingin saja berkata di hadapan mereka semua bahwa bisakah mereka berhenti bersikap seperti itu? Namun, apalah aku ini (hahahaha) tidak lebih dari peran pendukung atau bahkan penonton dari drama-drama mereka yang terus bersambung.
Dan lagipula, setelah mendengar lagu Chrisye yang tadi, bukannya aku merasa iba, aku malah merasa lagu itu terdengar lucu. Siapa di dunia ini yang rela menjadi “seperti yang kau minta” (atau hanya aku saja?)
Entah, kasarnya seperti ; “gue bisa jadi apapun yang lo mau asalkan lo (isi sendiri)”
Semuanya tersirat. Namanya juga manusia.

Apalagi, yang paling lucu saat aku mendengar salah satu mereka berkata

“Gue capek ngertiin mulu, tapi gak pernah di mengertiin balik”

Sekarang, aku mau ngomong, kenapa beberapa dari kita kerap kesal belajar bidang yang tidak kita sukai sama sekali?
Padahal kita udah usaha untuk mengerti.

tapi tetap gagal

menurut aku sendiri, cuma ada dua kemungkinan ; “gue ga ada bakat, gue gak ikhlas.”

dan karena kamu gagal, pelajaran itu terasa sia-sia, kan? Mengapa gagal? Lihat lagi jawabannya sendiri

Lantas, jika kamu sendiri tidak ikhlas dalam “mengerti” orang tersebut, untuk apa berpura-pura mengerti?
Ingin jadi peran protagonis?

Ah, maaf ya saya memang tidak pandai dalam membuat analogi.

You.
2015, Januari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s