rantau

Posted: January 16, 2016 in Uncategorized

Sekian hari lagi menuju pulang. Tidak lupa dengan harapan untuk kembali.

Tapi sekarang hanya ingin pulang.
Berteduh di bawah pelukan mama yang penuh kehangatan. Menyusun kembali hal-hal yang tertinggal di kampung halaman. Serta mengukir cerita tentang kami yang tidak boleh terpisahkan. Maksudku, di antara berbagai kata yang tertulis hingga terucap, selalu membawa ku kembali ke kampung halaman.

Jakarta si kampung halaman, kembali ke dekapan Ibukota yang tangannya terpenuhi oleh duri. Tajam! Duh, tajam sekali durinya! Sampai bisa berbekas di lubuk hati.

Tetapi saya harus pulang. Pulang menemui Ibukota. Pulang ke Jakarta, tempat yang pernah menjadi kumpulan pahit-manis kehidupan masa muda. Sebuah latar dari cerita seorang remaja yang masih sibuk meminta doa dari orang tua, tapi selalu saja lupa artinya tahu diri.

 

 

–you–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s